TANDA GEJALA KALA II (DORAN,TEKNUS,PERJOL,VULKA)



SIAP ALAT SIAPKAN DIRI (CELEMEK,CUCI,SARUNG,OXY)

PASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP (BERSIH, PD, CELUP, DJJ)

SIAP IBU DAN KELUARGA ( BERITAHU IBU BAPAK)

PIMPIN IBU TUK MENERAN (2,3,1 LANGKAH)

SIAP-SIAP UNTUK MENOLONG (HANDUK, BOKONG, BUKA SARUNG)

TOLONG KEPALA BAHU BADAN (3,1,2 LANGKAH)

PENANGANAN BAYI BARU LAHIR (2,3,2,2 LANGKAH)

MANAJEMEN AKTIF KALA III ( INI MATERI UTAMA)

PTT, PLASENTA MASSAGE (3,2,1 LANGKAH)

PERDARAHAN SEGERA PERIKSA (PLASENTA DAN ROBEKAN)

PASKA TINDAKAN 19 (KONTRAKSI, KONTAK KULIT, SARUNG, PEMERIKSAAN FISIK, TIMBANG, TETES MATA, VIT. K, IMUNISASI HB 0)
View Post
Sebulan sebelum tanggal kelahiran yang diperkirakan, ibu dapat bersiap-siap. Periksalah apakah semua perlengkapan untuk bayi telah siap tersedia. Jika perlu, belilah makanan yang tahan lama untuk persediaan setelah melahirkan (saat itu mungkin Anda akan sangat sibuk dan tidak sempat berbelanja). 
Siapkan juga sebuah tas berisi semua perlengkapan yang mungkin Anda butuhkan di rumah sakit nantinya.
Mungkin Anda berpikir "untuk apa repot-repot, toh waktunya masih lama?" Jangan! Saat tanda-tanda persalinan muncul (yang dapat terjadi kapan saja), mungkin Anda harus tergopoh-gopoh berangkat ke rumah sakit tanpa sempat lagi berkemas-kemas. Saat itu, sebuah tas perlengkapan yang sudah siap sedia tentu sangat membantu. 

APA SAJA YANG PERLU DIKEMAS?

Untuk membantu Proses Persalinan Ibu 
• Baju tidur atau T-Shirt longgar berkancing
• Sarung (untuk mempermudah menukar pembalut periksa dalam)
• Kaos kaki (agar tidak kedinginan di rumah sakit yang ber-AC)
• Spons bersih (untuk digigit jika Anda merasa sakit saat proses persalinan)
• Talc/bedak tabur (untuk membantu pemijatan punggung, untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan)
• Sikat gigi dan pasta gigi
• Pelembab bibir 
• Botol berisi air hangat
• Buku-buku, majalah, radio/tape, makanan dan minuman untuk teman Anda menunggu proses persalinan 
• Kamera untuk mengabadikan saat-saat pertama bayi Anda di dunia 
• Nomor telpon sanak saudara/teman-teman
• Handuk besar, handuk kecil, sabun


Untuk Perlengkapan Setelah Melahirkan

• Sisir, Shampo, tissue, pengering rambut, sandal/selop
• Kantong plastik besar untuk tempat baju kotor 
• Beberapa baju tidur berkancing depan
• Bantalan payudara/breast Pad ( ditaruh di dalam bra, untuk menampung air susu yang menetes dari payudara)
• Krim puting/nipple cream (untuk puting yang lecet setelah menyusui)
• Pembalut khusus setelah melahirkan (berukuran ekstra besar)
• Bra/BH menyusui
• Celana dalam yang longgar (karena setelah melahirkan, perut belum langsung kembali ke besarnya semula)
• Baju bayi (atasan, bawahan dan jaket/mantel, popok, selimut bayi)
 

View Post

Apa Itu Kanker Leher Rahim??
Kanker Leher Rahim (Kabker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim (Serviks) biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun.
Penyebab
Kanker Leher Rahim terjadi joka sel-sel serviks tumbuh menjadi tidak normal dan tak terkendali. Jika sel serviks terus tumbuh akan terbentuk suatu massa jaringan yabg disebut tumot yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka kondisi ini disebut Kanker Leher Rahim atau Kanker Serviks.
Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks belum diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap terjadinya Kanker Serviks :
1. Human (Human Papilloma Virus)
HPV adalah virus penyebab kutil kelamin (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual.
2. Merokok
Tembakau merusak kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Melakukan hubungan seksual pertama pada usia dini.
4. Berganti-ganti pasangan hubungan seksual
5. Suami pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia dibawah 18 tahun, berganti-ganti pasangan atau pernah menikah dengan wanita yang menderita Kanker Serviks.
6. Pemakaian DES (dietilatrilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran.
7. Gangguan sistem kekebalan
8. Pemakaian obat pil Kontrasepsi/KB
9. Infeksi Herpes Genitalis atau Infeksi Kalmidia yang menahun.
10. Tidak melakukan deteksi dini Kanker Serviks (IVA/Pap Smear) secara rutin.
Gejala
Gejala biasanya muncul ketika sel serviks yang tidak normal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.
Pada saat ini akan timbul gejala berikut:
Perdarahan pada vagina yang tidak normal terutama di antara 2 (dua) menstruasi, perdarahan setelah melalukan hubungan seksual dan perdarahan pada menopause.
Menstruasi yang tidak normal (waktu lebih lama dan lebih banyak)
Keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna pink atau coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.
Gejala dari Kanker Serviks stadium lanjut:
Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan dan sering kelelahan.
Nyeri panggul, punggung atau tungkai. Keluar air kemih atau tinja dari vagina. Adanya patah tulang (fraktur).
Diagnosa
Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
1. Pap Smear
Pap Smear dapat mendeteksi 90% kasus Kanker Serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap Smear secara teratur yaitu setiap tahun. Jika selama 3 (tiga) kali pemeriksaan berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, Oal Smear bisa dilakukan 1 kali dalam 2-3 tahun.
2. Biopsi (Pengambilan Jaringan)
Biopsi dilakukan jika dalam pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika Pap Smear menunjukkan suatu tidak normal atau kanker.
3. Kolposkopi
Yaitu pemeriksaan serviks dengan bantuan lensa pembesar.
4. Tes Schiller
Serviks diolesi dengan larutan yodium, sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang tidak normal warnanya menjadi putih atau kuning.
Pengobatan
1. Pengobatan pada lesi prekanker (stadium dini)
2. Pengobatan untuk Kanker Serviks
Pengobatan untuk Kanker Serviks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia, keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi.
a. Pembedahan (Operasi)
Operasi pada kanker yang masih terbatas pada lapisan serviks paling luar seluruh kanker biasanya dapat diangkat dengan pisau bedah. Jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi, dianjurkan untuk menjalani pengangkatan rahim (Histerektomi).
Pada kanker invasif, dilakukan pengangkatan rahim (Histerektomi) dan pengangkatan jaringan disekitarnya serta kelenjar getah bening.
b. Terapi penyinaran (Radioterapi)
Terapi penyinaran (radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel dan efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul.
c. Kemoterapi (Terapi obat kanker)
Kemoterapi dianjurkan pada kanker yang telah menyebar ke luar panggul.  Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Selain membunuh sel-sel kanker juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang sehat sehingga sering menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan. Efek samping dari pengobatan kanker sangat tergantung kepada jenis dan luasnya pengobatan. Selain itu, reaksi dari setiap penderita juga berbeda-beda.
d. Terapi biologis
Terapi biologis adalah penggunaan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.
Pencegahan
Upaya mencegah Kanker Serviks
1. Mencegah terjadinya Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)
2. Melakukan pemeriksaan Pap Smear secara teratur.
Pap Smear (tes Papanicolau) adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari usapan serviks. Selama 24 jam sebelum pemeriksaan Pap Smear, sebaiknya tidak melakukan pencucian atau pembilasan vagina, tidak melakukan hubungan seksual, tidak berendam dan tidak menggunakan tampon.
Anjuran untuk melakukan Pap Smear secara teratur :
a. Setiap 1 kali setahun diperuntukkan bagi :
- Wanita yang berusia diatas 35 tahun
- Wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kulit kelamin
- Wanita yang memakai pil kontrasepsi/KB
b. Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika dalam pemeriksaan Pap Smear sebelumnya berturut-turut 3 (tiga) kali menunjukkan hasil negatif atau wanita yang telah menjalani pengangkatan rahim (Histerektomi) bukan karena kanker
c. Konsultasikan ke dokter apabila :
- Hasil Pap Smear menunjukkan hasil tidak normal
- Sedang dalam pengobatan prekanker maupun Kanker Serviks
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya Kanker Serviks sebaiknya :
¤ Tidak melakukan hubungan seksul sebelum usia 18 tahun.
¤ Tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit kelamin atau dengan menggunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit kelamin.
¤ Tidak berganti-ganti pasangan seksual
¤ Berhenti merokok.
View Post

Pengertian

Beberapa pengertian dari persalinan adalah sebagai berikut :
1. Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses di mana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. (Sarwono, 2008:100)

2. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan ari) yang telah cukup bulan atau dapat di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).  (Manuaba, 998:157)

3. Persalinan adalah kontraksi uterus yang menyebabkan dilatasi serviks dan mendorong janin melalui jalan lahir. (Canningham, F. Gary., 2006:15)

4. Persalinan adalah kontraksi uterus yang teratur yang menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks sehingga hasil konsepsi dapat dikeluarkan. (Haffne, 2006)

5. Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan ketuban keluar dari uterus. (JNPK-KR 2208:52)

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa persalinan adalah proses pengeluaran (kelahiran) hasil konsepsi yang dapat hidup di luar uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses tersebut dapat dikatakan normal atau spontan jika bayi yang dilahirkan berada pada posisi letak belakang kepala dan berlangsung tanpa bantuan alat-alat atau pertolongan, serta tidak melukai ibu dan bayi. Pada umumnya proses ini berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.

View Post

Mitos sering minum air es jus dingin, es sirup akan membuat janin berukuran besar

Fakta: Ibu hamil perlu asupan cairan baik dari makanan ataupun minuman sebanyak 8-10 gelas/hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan menghindari terjadinya kekurangan cairan (dehidrasi). Tidak masalah apakah yang diminum dalam keadaan dingin ataupun hangat. Yang penting asupan cairab tersebut aman: tidak mengandung kafein, bersoda, ataupun alkohol, dan zat pewarna buatan dan pengawet.

Sebenarnya yang dikhawatirkan dapat menyebabkan janin besar secara berlebihan bukan karena minuman dingin tersebut. Tapi, bila minuman dingin mengandung gula dan dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan kelebihan asupan kalori yang berdampak kenaikan berat badan janin secara berlebihan.

Mitos: Makan durian menyebabkan gangguan kehamilan

Fakta: Diketahui bahwa durian menyebabkan kenaikan kadar kolesterol darah dan mengandung jumlah kalori yang cukup tinggi, tidak sepadan dengan vitamin yang didapatkan dari durian tersebut. Sedangkan pada ibu hamil, seyogyanya memilih makanan yang lebih tinggi nilai nutrisinya, dan tidak terlalu menggemukkan.

Mitos : Minum minuman bersoda menyebabkan gangguan kehamilan

Fakta: Minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Minuman bersoda merupakan minuman dengan kalori yang cukup tinggi tetapi kosong nutrisinya, dan dapat merangsang lambung bagi para penderita maag, terutama apabila diminum saat lambung kosong.

Mitos : Minum susu ibu hamil menyebabkan bayi besar

Fakta: Penyebab bayi besar tidak mutlak berdasarkan apa yang dimakan oleh si ibu. Faktor keturunan dan bawaan sangat besar juga perannya. Justru minum susu hamil adalah baik, karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan khusus bagi si ibu hamil. Apalagi bagi ibu hamil yang makanannya tidak cukup gizinya, minum susu hamil adalah penting untuk mencukupi gizi.

Mitos : Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt

Fakta: Tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Jadi pernyataan ini hanya mitos belaka.

View Post

Tahukah ibu, kebiasaan baik bisa membantu merangsang pertumbuhan sel otak janin hingga 100 milyar?

Beberapa contoh kebiasaan baik adalah :

1. Mendengarkan Musik Klasik
Menurut Dr.Hermanto,Sp.OG(K), sejak usia kehamilan 20 minggu disarankan agar janin distimulasi musik klasik terutama Mozart, karena terbukti bisa menambah sel otak janin. Panduan stimulasi yang baik adalah 5M1U
¤ Perdengarkan musik klasik Mozart kepada janin
¤ Mulai perdengarkan musik klasik Mozart  sejak kehamilan ke-20 Minggu
¤ Perdengarkan musik klasik di Malam hari agar suasananya lebih tenang.
¤ Perdengarkan musik klasik dengan kondisi headphone Menempel pada perut ibu.
¤ Perdengarkan musik klasik selama enaM puluh menit
¤ Perdengarkan lagu sesuai dengan Urutan Mozart

2. Berbicara dan Membacakan Cerita
¤ Ajak bicara janin dalam kandungan setiap saat
¤ Bacakan cerita yang happy ending
¤ Janin senang mendengar suara Anda
¤ Suara ibu merupakan suara terindah dalam rahim

3. Konsumsi Nutrisi Terbaik
¤ Nutrisi yang baik mengandung seluruh komponen yang dibutuhkan secara seimbang
¤ DHA merupakan lemak yang sangat dibutuhkan oleh otak yang sedang tumbuh
¤ Kebutuhan untuk ibu hamil dan menyusui meningkat pada trimester 2, 3 dan menyusui

Kombinasi stimulasi dan nutrisi sangat penting untuk menghasilkan bayi sehat dan cerdas

Nutrisi ibu hamil bisa terpenuhi dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Namun, ada beberapa nutrisi penting yang tidak tercukupi hanya dengan makanan saja.

View Post

Hamil pada saat menyusui tidak memiliki dampak yang nyata, karena janin memerlukan nutrisi dari makanan dan anak yang lahir memerlukan asupan nutrisi dari ASI ibu. Jika diurutkan dari prioritas pemberian nutrisi, maka prioritas utama adalah janin yang berada dalam kandungan, anak yang baru lahir, lalu ibu yang mengandung. Maka kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui akan meningkat, karena harus memenuhi nutrisi untuk tiga individu.

Pada dasarnya ibu hamil yang sedang menyusui hormon progesteronnya akan meningkat, sehingga menyebabkan produksi ASI akan berkurang. Secara alami, pada saat hamil biasanya ASI memiliki rasa yang tidak enak, sehingga sang kakak akan otomatis berhenti mengkonsumsi ASI.  Namun jika sang kakak tetap ingin mengonsumsi ASI, maka sebaiknya sang ibu menambah memperhatikan asupan nutrisi dengan makan yang bergizi dan minum susu.

Jika menyusui pada saat hamil menimbulkan rasa mulas pada perut, kontraksi yang kuat, dan pendarahan maka sebaiknya menyusui dihentikan. Untuk memenuhi asupan nutrisi sang kakak sebaiknya diberi makanan tambahan karena ASI yang dikonsumsinya sedikit.

View Post